MAKALAH SISTEM ENDOKRIN


.






KATA PENGANTAR


Puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Endokrin” tepat pada waktunya.
Makalah ini penulis susun untuk melengkapi tugas Pendidikan Sains, selain itu untuk mengetahui dan memahami Sistem Endokrin Manusia.
Penulis mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihakdiharapkan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun.

Makassar, 26 Maret 2015

Penulis            









DAFTAR ISI







BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Sistem endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substans untuk digunakan di dalam tubuh. Kelenjar endokrin mengeluarkan substansi yang tetap beredar dan bekerja didalam tubuh.
Hormon merupakan bahan kimia yang disintesa  oleh kelenjar dibawah kontrol genetic dan kemudian disekresikan menuju darah. Sistem endokrin mempunyai sel-sel target spesifik di dalam tubuh dan mengontrol bermacam-macam fungsi fisiologis. Perubahan pada fungsi kelenjar endokrin, hormon-hormon, atau aktifitas sel target, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup lama. Banyak penyakit endokrin yang prosesnya lambat dan tidak ketahuan gejala-gejalanya, banyak fungsi tubuh yang dikontrol oleh sistem endokrin  merupakan sistem yang vital, disfungsi sistem ini akan menimbulkan keadaan yang serius dan fatal.       

1.2  TUJUAN PENULISAN

1.      Mengetahui anatomi fisiologi sistem endokrin.
2.      Mengetahui fungsi sistem endokrin.
3.      Mengetahui karakteristik sistem endokrin.
4.      Mengetahui Patofisiologi Sistem Endokrin
5.      Mengetahui klasifikasi Hormon
6.      Mengetahui patofisiologi Hormon









BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin

            Sistem endokrin adalah sistem kelenjar dan struktur lain yang mengeluarkan sekret internal ( hormon) yang dilepaskan secara langsung ke dalam sistem sirkulasi, mempengaruhi metabolisme dan proses tubuh lainnya.
            Kelenjar endokrin biasa di sebut kelenjar buntu. Kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya di sebut hormon. Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal). Di samping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda, misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah hipotalamus, hipofisis, tiroid , paratiroid, adrenal, pineal body, dan organ reproduksi (ovarium dan testis).Pankreas juga merupakan bagian dari sistem ini; memiliki peran dalam produksi hormon serta dalam pencernaan.
            Berasal dari sel-sel epitel yang melakukan proliferasi ke arah pengikat  sel epitel yang telah berploriferasi dan membentuk sebuah kelenjar endokrin, tumbuh dan berkembang dalam pembuluh kapiler. Zat yang dihasilkannya di sebut hormon, dialirkan langsung ke dalam darah. Dalam keadaan fisiologis hormon mempunyai pengaturan sendiri sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimum untuk menjaga keseimbangan dalam organ yang berada di bawah pengaruhnnya, mekanisme pengaturan ini di sebut sistem umpan balik negatif.
Sistem endokrin diatur oleh umpan balik dalam banyak cara yang sama bahwa termostat mengatur suhu di kamar. Untuk hormon yang diatur oleh kelenjar hipofisis, sinyal yang dikirimkan dari hipotalamus ke kelenjar pituitari dalam bentuk "releasing hormone," yang merangsang hipofisis untuk mengeluarkan sebuah "stimulating hormone" ke dalam sirkulasi.Hormon merangsang kemudian sinyal kelenjar target untuk mengeluarkan hormon tersebut. Sebagai tingkat hormon ini meningkat dalam sirkulasi, hipotalamus dan kelenjar hipofisis menutup sekresi hormon melepaskan dan hormon merangsang, yang pada gilirannya memperlambat sekresi oleh kelenjar sasaran. Sistem ini menghasilkan konsentrasi darah yang stabil dari hormon yang diatur oleh kelenjar hipofisis.


2.1.1 Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan

                Gambar Organ sistem endokrin
1.       Hipotalamus.
Hipotalamus terletak di bagian tengah bawah otak. Ini bagian dari otak yang penting dalam regulasi kenyang, metabolisme, dan suhu tubuh. Selain itu, ia mengeluarkan hormon yang merangsang atau menekan pelepasan hormon di kelenjar pituitari. Banyak dari hormon ini melepaskan hormon yang disekresikan ke dalam arteri (sistem portal hypophyseal) yang membawa mereka langsung ke kelenjar pituitari. Dalam kelenjar hipofisis, hormon-hormon melepaskan sinyal sekresi hormon-hormon. Hipotalamus juga mengeluarkan hormon yang disebut somatostatin, yang menyebabkan kelenjar pituitari untuk menghentikan pelepasan hormon pertumbuhan.
Fungsi utama hipotalamus 'adalah homeostasis,  yaitu bermanfaat untuk menjaga tubuh agar tetap stabil dan dalam kondisi konstan.
Karena berapa hipotalamus juga terhubung ke beberapa daerah dari sistem saraf pusat dan otak depan limbik, maka harus menyesuaikan sesuai dengan sinyal yang berbeda baik internal maupun yang eksternal. Rangsangan yang berasal dari penciuman sering mempengaruhi hormon endokrin. Sementara glucorticoids dan steroid mempengaruhi tanggapan seperti nafsu makan atau rasa haus. Paparan sinar matahari merupakan sebuah sinyal yang jelas dan hal ini akan membantu mengatur siklus tidur dan bangun tidur.
Daerah anterior hipotalamus berada di depan dan memiliki tanggung jawab untuk beberapa fungsi. Hal ini merupakan bagian penting dari termoregulasi yang bertugas mengatur suhu tubuh. Termoregulasi dikendalikan melalui proses berkeringat dan saat Anda terengah-engah, selain itu tidur serta siklus sirkadian juga diatur oleh daerah anterior.
Di tengah hipotalamus bertanggung jawab pada rasa haus dan lapar. Wilayah tuberal juga memiliki tugas mengontrol tekanan darah dan denyut jantung. Pada bagian belakang hipotalamus merupakan daerah posterior. Bagian ini juga akan mengontrol peningkatan tekanan darah, rasa menggigil, serta pelebaran pupil. Fungsi memori juga akan dipengaruhi juga oleh daerah ini.
Hormon Hipotalamus

·         Crticotropibn Releasing Hormon (CRH)
·         Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH)
·         Thyrotrpin Releasing Hormon (TRH)
·         Grrowth Hormon Inhibiliting Hormon (GHIH)
·         Plolachtin  Releasing Fachtor (PRF)
·         Prolactin Inhibitory Factor (PIF)
·         Vasopresin (ADH)
·        
Oxitosin
Gambar : Hipotalamus

Hipotalamus dan kelenjer hipofise/ pituitary membentuk satu kesatuan unit yang mengatur fungsi dari bebeerapa kelenjar endokrin : kelenjar tiroid , adrenal, gonad dan berbagai aktivitas fisiologis lainnya.

2.      Kelenjar Hipofise
Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar pengendali karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar yanga seukuran kacang polong dan berat 0,5 gram (0.018 oz) pada manusia. Ini adalah penonjolan dari bagian bawah hipotalamus di dasar otak, terletak di dasar tengkorak yang memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua semua organ-organ endokrin. Dapat di katakan sebagai kelenjar pemimpin, sebab hormon-hormon yang dihasilkannya dapat mempengaruhi pekerjaan kelenjar lainnya.

                        





            Gambar : Hipopisis
a)      Hipofisis Anterior

Hormon yang  dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada gambar:

Gambar : Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya




Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dan gangguannya.
Hormon yang dihasilkan
Fungsi dan gangguannya
Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH)


Merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali.
Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang sekresi tiroksin
Adrenocorticotropic hormone (ACTH)   
                    

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme karbohidrat)
Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH) 
Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu

Hormon gonadotropin pada wanita :
1.     Follicle Stimulating Hormone (FSH)


2.     Luteinizing Hormone (LH)  


Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen

Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron

Hormone gonadotropin pada pria :

1.     FSH





2.     Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)


Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma)

Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen


b)      Hipofisis Pars Media
Jenis Hormon serta fungsi Hipofisis pars media
Hormon
Fungsi
MSH (Melanosit Stimulating Hormon
Mempengaruhi warna kulit individu, dengan cara menyebarkan butir melanin, apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

c)      Hipofisis Posterior
Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat pada gambar :



Gambar :  Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya
Jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior      
Hormon
Fungsi
Oksitosin
Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan
Hormon ADH
Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah

Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. Jika cairan (plasma) dalam darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH  untuk melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma) dalam darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada ginjal sudah diserap, maka urinenya kini bersifat pekat.
3.      Kelenjar Tiroid
Kelenjar Tiroid terdiri atas  dua lobus yang terletak di sebelah kanan trakea, diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi trakea di sebelah depan. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding laring. Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus anterior, kelenjar toroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin adalah mengatur pertukaran zat/ metabolisme dalam tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani.
Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epitelium silinder, disatukan oleh jaaringan ikat. Sel-selnya mengeluarkan sera, cairan yang bersifat lekat yaitu koloid tiroid yang mengandung zat senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin. Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke aliran darah baik langsung maupun melalui saluran limfe.
Hipofungsi kelenjar ini menyebabkan penyakit kretinismus dan penyakit miksedema. Hiperfungsi menyebabkan penyakit eksoftamalik goiter. Sekresi tiroid diatur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofise yaitu oleh hormon tirotropik.
Fungsi kelenjar tiroid sangat erat dengan kegiatan metabolik, adapun fungsi kelenjar tiroid yaitu sebagai berikut :
1)      Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2)      Mengatur penggunan oksidasi
3)      Mengatur pengeluaran karbon dioksida
4)      Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia dalam jaringan
5)      Pada anak memengaruhi perkembangan fisik dan mental
Kelenjer tiroid  mempunyai keunikan dibandingkan kelenjer endokrin lain karena :
1.      Kelenjer tiroid mempunyai kemampuan untuk menyimpan hormon tiroid dalam jumlah besar sekitar 23 minggu.
2.      Untuk sintesa horon tiroid dibutuhkan iodium. Hormon tiroid T3 dan T4 memegang peranan penting dalam proses  pertumbuhan serta proses  meetabolisme hampir semua jaringan dan organ didalam tubuh
                                                         

Hormon yang dihasilkan dari kelenjar Tiroid beserta fungsinya :

Hormon
Fungsi
Tiroksin (T4)
Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan kegiatan
system saraf


Triiodontironin (T3)

Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan
sistem saraf

Kalsitonin
Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara mempercepat
absorpsi kalsium oleh tulang


Efek Fisiologis  Hormon Tiroid
 


·         Metabolisme
·         Pertumbuhan dan perkembangan
·         Efek kordiofaskuler                            mematikan
·         Hemopoetik
·         Pernapasan 
·         Aktivitas saluran cerna
·         SSP
·         Suhu tubuh
Jenis penyakit tiroid yang utama:
Ø  Hipertiroidisme / Tirotoksikosis
Ø  Hipotiroidisme
Gambar : kelenjar tiroid

4.      Kelenjar Paratiroid
· Berjumlah empat buah terletak di belakang kelenjar tiroid
· Kelenjar ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium  oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
· Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium di ginjal dan dengan cara penginduksian sel–sel tulang osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah
· Jika kelebihan hormon ini akan berakibat berakibat kadar kalsium dalam darah meningkat, hal ini akan mengakibatkan terjadinya endapan kapur pada ginjal.
· Jika kekurangan hormon menyebabkan kekejangan disebut tetanus.

· Kalsitonin mempunyai fungsi yang berlawanan dengan PTH, sehingga fungsinya menurunkan kalsium darah.

Fungsi kelenjar Pratiroid :
a.       Memelihara  konsentrasi ion kalsium yang teteap dalam plasma.
b.      Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal.
c.       Mempercepat absorbsi kalsium di intestin.
d.      Kalsium berkurang, hormon paratiroid menstimulasi resorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah.
e.       Menstimulasi dan mentraspor kalsium dan fosfat melalui membran sel.

5.      Kelenjar Timus
Terletak di dalam mediastinum di belakang os sternum, kelenjar timus hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kelenjar timus terletak di dalam thorax kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah besar pada masa remaja dari 30-40 gram kemudian berkerut lagi.
Suatu sumber dari sel yang mempunyai kemampuan imunologis. Sumber hormon timus mempersiapkan poliferasi dan maturasi sel-sel yang memepunyai kemampuan potensial imunologisdalam jaringan lain sehingga pertumbuhan meningkat masa bayi  sampai remaja. Setelah dewasa pertumbuhan akan kurang sehingga mengurangi aktivitas kelamin.
Fungsi hormon kelenjar timus :
a.       Mengaktifkan pertumbuhan badan.
b.      Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin.

6.      Kelenjar Adrenal
Pada manusia, kelenjar anak ginjal, kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal (ad, "dekat" atau "di" + renes, "ginjal").
Secara anatomi, kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh, di sisi anteriosuperior (depan-atas) ginjal. Padamanusia, kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan suplai darah dariarteri adrenalis. Tiap kelenjar berbobot sekitar 4 gram.
Kelenjar ini berpasangan, masing-masing menempel di atas ginjal sebagai topi.
Secara histologis, terbagi atas dua bagian yaitu medula dan korteks. Bagian korteks berbobot sekitar 90% massa kelenjar
Kelenjar adrenal yang sehat merupakan alat kecantikan yang paling baik di dunia. Warna dan mutu kulit merupakan suatu tanda dari cara bekerja adrenal itu. Fungsi adrenal yang normal memberikan warna kemerah-merahan dan terang kepada kulit biarpun kulit itu berwarna gelap; kulit kelihatan segar. Bila kulit nampak pucat, kisut, maka itu menandakan kurangnya aktivitas adrenal.
Kelenjar adrenal merupakan bagian dari suatu sistem yang rumit yang menghasilkan hormon yang saling berkaitan.
Hipotalamus menghasilkan CRH (Corticotrophin Releasing Hormone), yang merangsang kelenjar hipofisa untuk melepaskan kortikotropin, yang mengatur pembentukan kortikosteroid oleh kelenjar adrenal.
Fungsi kelenjar adrenal bisa berhenti jika hipofisa maupun hipotalamus gagal membentuk hormon yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. Kekurangan atau kelebihan setiap hormon kelenjar adrenal bisa menyebabkan penyakit yang serius yaitu Penyakit Addison.
Hormon dari kelenjar anak ginjal dan prinsip kerjanya :
Hormon
Fungsi
Bagian korteks adrenal
a.       Mineralokortikoid

b.      Glukokortikoid

Mengontol metabolisme ion anorganik
Mengontrol metabolisme glukosa
Bagian Medula Adrenal


Adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin

Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam hal
berikut :
a. dilatasi bronkiolus
b. vasokonstriksi pada arteri
c. vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot
d. mengubah glikogen menjadi glukosa dalam hati
e. gerak peristaltik
f. bersama insulin mengatur kadar gula darah


Gambar :  kelenjar Adrenal

7.      Kelenjar Pankreas
·         Kelenjar pankreas merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas, sehingga dikenal dengan pulau – pulau langerhans.
·         Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Insulin mempermudah gerakan glukosa dari darah menuju ke sel – sel tubuh menembus membrane sel.
·         Di dalam otot glukosa dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan.
·         Di sel hati, insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan pembentukan lemak (lipogenesis).
·         Kadar glukosa yang tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. Sebagai contoh, insulin akan meningkat setelah kita makan. Setelah makan, maka kadar glukosa dalam darah akan naik karena tubuh mendapatkan glukosa dari pemecahan makanan tersebut. Tubuh mengambil kelebihan glukosa dengan cara mensekresikan insulin untuk menyeimbangkannya pada kadar normal. Sebaliknya glukagon bekerja secara berlawanan terhadap insulin.  Glukagon berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa sehingga kadar glukosa naik. Contohnya pada saat kita berpuasa. Karena tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa ketika berpuasa, maka tubuh mensekresikan glukagon untuk menyeimbangkan kekurangan glukosa tersebut.
·         Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes mellitus (kencing manis). Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
·        
Insulin berperan mengubah glukosa menjadi glikogen agar dapat menurunkan kadar gula darah. Jika  seseorang tidak dapat memproduksi insulin, maka glukosa dalam darah terus bertambah karena glukosanya tidak bisa dirubah menjadi glikogen. Akibatnya urine yang dikeluarkannyapun mengandung glukosa.
Gambar : Kelenjar Pankreas

Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml pada manusia) merangsang pankreas untuk mensekresi insulin, yang memicu sel –sel targetnya untuk mengambil kelebihan glukosa dari darah. Ketika kelebihan itu telah dikeluarkan atau ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik pasang, maka pancreas akan merespons dengan cara mensekresikan glukagon, yang mempengaruhi hati untuk menaikkan kadar glukosa darah.

Gambar : Pengaturan Kadar Gula

8.      Kelenjar Pienalis
Kelenjar pineal  (juga disebut badan pineal, epiphysis cerebri, epiphysis, conarium atau "Mata ketiga") adalah sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata. Ia memproduksi serotonin turunan dari melatonin, sebuah hormon yang mempengaruhi modulasi pola bangun/tidur dan fungsi musiman. Bentuknya mirip dengan sebuah buah pohon cemara mungil (namanya karenanya), dan dia terletak dekat dengan pusat otak, di antara dua belahan, terselip di sebuah alur di mana dua badan thalamus bulat bergabung.
Kelenjar pineal berwarna abu-abu kemerahan dan sekitar ukuran sebutir beras (5–8 mm) pada manusia, berlokasi hanya di rostro-dorsal dengansuperior colliculus dan dibelakang dan dibawah stria medullaris, di antara berposisi lateral badan thalamus. Dia adalah bagian dari epithalamus.

Kelenjar pineal adalah struktur berbentuk garis tengah seperti buah pohon cemara  , dan sering terlihat di tengkorak X-ray, seperti yang sering klasifikasi.  Kelenjar ini menghasilkan sekresi interna dalm membantu pankreas dan kelenjar kelamin.
Gambar : Kelenjar Pienalis

9.      Kelenjar  Kelamin

 

OVARIUM
·         Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur, hormone estrogen dan hormone progesterone.
·         Sekresi estrogen dihasilkan oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH
·         Estrogen berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda –tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.
·         Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH
·      
Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi.




Gambar : Regulasi hormon di ovarium

·         Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
a.       FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH.
b.      LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH.
c.       PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin.
Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur).Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormonesyang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium.Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik).Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum  tersebut dipertahankan.
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
a.   Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah.
b.  Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin.
c.   Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim).


Gambar : Regulasi Hormon Wanita

Testis Essentials
·         Testis mensekresi testosteron, yang diperlukan untuk pembangunan fisik yang tepat dalam anak laki-laki.
·         Pada usia dewasa, testosteron mempertahankan libido, kekuatan otot, dan kepadatan tulang.
·         Gangguan testis disebabkan oleh terlalu sedikit produksi testosteron.
Testis (buah zakar atau) adalah sepasang organ yang memproduksi sperma yang menjaga kesehatan sistem reproduksi laki-laki. Testis dikenal sebagai gonad. Rekan perempuan mereka adalah ovarium .
Selain peran mereka dalam sistem reproduksi laki-laki, testis juga memiliki perbedaan menjadi kelenjar endokrin karena mereka mengeluarkan testosteron-hormon yang sangat penting untuk perkembangan normal karakteristik fisik laki-laki.

Anatomi Testis

Testis yang kembar organ berbentuk oval seukuran anggur besar. Mereka berada di dalam skrotum, yang merupakan kantong longgar kulit yang menggantung di luar tubuh belakang penis. Sementara lokasi ini membuat testis rentan terhadap cedera (mereka tidak memiliki otot atau tulang untuk melindungi mereka), ia menyediakan suhu pendingin untuk organ.Lingkungan pendingin diperlukan untuk produksi sperma yang sehat.
Gambar : Kelenjar testis

Testosteron: Hormone dari Testis
Testosteron diperlukan untuk pembangunan fisik yang tepat dalam anak laki-laki. Ini adalah androgen utama, yang merupakan istilah untuk zat yang merangsang dan / atau mempertahankan pengembangan maskulin. Selama pubertas, testosteron terlibat dalam banyak proses transisi seorang anak ke kedewasaan, termasuk:
·         Perkembangan yang sehat dari organ seks pria
  • Pertumbuhan rambut wajah dan tubuh
  • Menurunkan suara
  • Peningkatan tinggi
  • Peningkatan massa otot
  • Pertumbuhan jakun
Pentingnya testosteron tidak terbatas pada pubertas. Sepanjang masa dewasa, hormon merupakan bagian integral dalam berbagai fungsi, seperti:
  • Menjaga libido
  • Produksi sperma
  • Mempertahankan kekuatan otot dan massa
  • Mempromosikan kepadatan tulang yang sehat
Produksi testosteron
The hipotalamus dan kelenjar hipofisis bagaimana banyak kontrol testosteron testis memproduksi dan mengeluarkan.

Hipotalamus mengirim sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan zat gonadotrophic (folikel merangsang hormon dan luteinizing hormone). Luteinizing hormone (LH) merangsang produksi testosteron. Jika terlalu banyak testosteron diproduksi, hipotalamus memberitahu kelenjar pituitari untuk membuat sedikit LH, yang memberitahu testis untuk mengurangi kadar testosteron.

Gangguan dari Testis: Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah gangguan testis terkait dengan testosteron rendah . Memiliki kadar testosteron yang terlalu rendah menyebabkan berbagai masalah, termasuk:
  • Penurunan gairah seks
  • Massa otot berkurang
  • Jumlah sperma rendah (mengurangi kesuburan)
  • Hilangnya rambut tubuh
Ada dua jenis hipogonadisme primer dan sekunder. Primer mengacu cacat dengan testis, dan sekunder melibatkan masalah pada kelenjar pituitari yang secara tidak langsung mempengaruhi produksi testosteron.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan ini paling sering hasil dari:
  • Penuaan
  • Cacat pada hipofisis dan / atau hipotalamus, seperti tumor hipofisis (yang negatif mempengaruhi kemampuan hipofisis untuk berfungsi normal) dan kadar prolaktin yang tinggi (terlalu banyak hormon menyebabkan penurunan kadar testosteron)
  • Pengobatan
  • Kondisi testis berbasis, seperti cedera parah, dan radiasi atau kemoterapi, semua bisa menguras kadar testosteron
Testis memainkan peran penting tidak hanya dalam sistem reproduksi laki-laki, tetapi dalam sistem endokrin juga. Pelepasan hormon testosteron merupakan bagian integral dari perkembangan yang sehat dari karakteristik fisik laki-laki.

2.2 Fungsi Sistem Endokrin

Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :
1.      Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang
2.      Menstimulasi urutan perkembangan
3.      Mengkoordinasi sistem reproduktif
4.      Memelihara lingkungan internal optimal
5.      Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat

2.3 Karakteristik Sistem Endokrin

Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri, namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut.Hormon disekresi dalam  salah satu dari tiga pola berikut:
a.       Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan menurun pada malam hari.
b.      Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi.
c.       Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular.
Hormon tidak mengawali perubahan biokimia, hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan fungsi spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.

2.4 Patofisiologi Sistem Endokrin

Ada berbagai jenis gangguan sistem endokrin. Diabetes adalah gangguan endokrin yang paling umum didiagnosis di Amerika Serikat. Gangguan endokrin lainnya meliputi:
1.    Dwarfisme
Gejala  hiporsekresi (kekurangan) hormon pertumbuhan pada masa anak-anak yang menyebabkan cebol.
2.    Gigantisme (acromegaly
Gangguan endokrin yang terjadi karena kelebihan growth hormonesebelum pubertas.
Pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan pada masa anak-anak dan remaja (sebelum pubertas).
Jika kelenjar pituitary memproduksi hormon pertumbuhan terlalu banyak, tulang anak dan bagian tubuh dapat tumbuh tidak normal cepat. Jika kadar hormon pertumbuhan terlalu rendah, seorang anak bisa berhenti tumbuh di ketinggian.
3.    Penyakit Cushing (Sindrom Cushing)
Sindrom yang disebabkan oleh berbagai penyakit seperti obesitas,impaired glucose tolerance, hipertensi, diabetes mellitus dan disfungsi gonadal yang berakibat pada berlebihnya rasio serum hormon kortisol.
Kelebihan produksi hormon korteks adrenal (khususnya kortisol) dan hormon androgen serta aldosteron. Kondisi serupa disebut sindrom cushing bisa terjadi pada orang, terutama anak-anak, yang mengambil dosis tinggi obat kortikosteroid. Penyakit Chusing yang ditandai dg kelebihan kortikotropin yg diproduksi oleh kelejar hipofisis (80% kasus).
4.    Goiter (gondok)
Kelenjar tiroid yang membesar disertai hipofungsi maupun hiperfungsi tiroid.
5.    Hiperparatiroidisme
Terjadi karena produksi (sekresi) berlebih hormon paratiroid (PTH), hormon asam amino polipeptida. Perubahan patologis yang terjadi akibat hiperparatiroidisme adalah: tulang mudah patah.
 6.    Hypothyroidisme
Suatu efek hormon tiroid berkurang dimana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup, menyebabkan kelelahan, sembelit, kulit kering, dan depresi. Kelenjar kurang aktif dapat menyebabkan perkembangan melambat pada anak-anak. Beberapa jenis hipotiroidisme yang hadir pada saat lahir. Kelainan akibat hipotiroidisme adalah Kretinisme
7.    Hipertiroidisme (tirotoksikosis)
Adalah suatu kelebihan sekresi hormonal yang tidak seimbang pada metabolisme.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak, menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat, berkeringat, dan gugup. Penyebab paling umum untuk tiroid yang terlalu aktif adalah suatu gangguan autoimun yang disebut penyakit Grave.
8.      Hiperpituitarisme
Merupakan suatu sekresi yang berlebihan hormon hipifisis anterior yang terjadi akibat adanya tumor.
9.      Hypopituitarisme
Adalah hilangnya fungsi lobus anterior kelenjar hiposfisa terutama pada bagian anterior.
Kelenjar pituitari melepaskan hormon sedikit atau tidak ada. Ini mungkin disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda. Wanita dengan kondisi ini mungkin berhenti mendapatkan menstruasi.
Beberapa neoplasia endokrin I dan II (MEN I dan II MEN). Ini, kondisi genetik langka yang diturunkan melalui keluarga. Mereka menyebabkan tumor paratiroid, adrenal, dan kelenjar tiroid, menyebabkan kelebihan produksi hormon.
10.   Adrenal insufisiensi
Kelenjar adrenal melepaskan terlalu sedikit hormon kortisol dan kadang-kadang, aldosteron.
Gejala termasuk kelelahan, sakit perut, dehidrasi, dan perubahan kulit. Penyakit Addison adalah jenis insufisiensi adrenal.
11.   Tiroiditis
Adalah sutu peradangan pada kelenjar tiroid yang disebabkan infeksi viral seperti HFV dan virus beguk pada tiroiditis subakut.
12.   Tumor tiroid
Adalah neoplasma unik pada kelenjar tiroid yang sangat kerap disertai dengan metastasispada organ yang jauh dari lokasi primer.
12.   Tiroidektomi
Adalah sebuah operasi yang melibatkan operasi pemindahan semua atau sebagian dari kelenjar tiroid.
13.    Hipoparatiroid
Adalah penurunan produksi hormon oleh kelenjar paratiroid menyebabkan kadar kalsium dalam darah rendah.
14.   Addison
Adalah kerusakan kelenjar adrenal yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hormon korteks adrenal.
15.  Aldosteronisme primer
Adalah merupakan keadaan klinis yang sebabkan oleh produksi aldosteron “suatu hormon steroid mineralokortikoid korteks adrenal “ secara berlebih.
16.   Tumor hipofisis
Adalah sesorang yang menderita tumor pada selaput kecil pada otak.
17.   Hipofisektomi
Merupakan suatu  tindakan pengangkatan adenoma hipofise melalui pembedahan.
18.   Pangkreatitis
Adalah peradangan pada pangkreas yang dapat mengeluarkan enzim pencernaan dalam saluran pencernaan sekaligus mensintesis dan mensekresi insulin dan glukagon.
19.   Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). 
Kelebihan produksi androgen mengganggu perkembangan telur dan pembebasan mereka dari indung telur perempuan. PCOS adalah penyebab utama infertilitas. Dewasa sebelum waktunya pubertas.
Abnormal pubertas dini yang terjadi ketika kelenjar memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon seks terlalu cepat dalam hidup.
20.   Diabetes Insipidus
Adalah suatu keadaan yang di tandai rasa haus di akibatkan karena kurangnya hormon antidiuretik (hormon vasopresin).
21.   Diabetes Militus (DM)
Gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia (meningkatnya kadar gula dalam darah) akibat kurangnya hormon insulin, menurunnya efek insulin atau keduanya.
Ada 3 (tiga) jenis DM yang dikenal, yaitu :
1.      DM Tipe I        :  Bergantung insulin.
Biasanya terjadi sebelum usia 30 tahun, meskipun bisa pada umur berapun.
2.  DM Tipe II       :  Tidak bergantung insulin. Terjadi pada usia 40 tahun.
Resistensi insulin yang disertai defek sekresi insulin dengan derajat bervariasi. Terjadi penurunan sensitivitas terhadap insulin.
3.   DM Gestasional (DM Kehamilan)      : Muncul saat kehamilan
Penyebab :
2.      Hereditas (faktor keturunan)
  1. Lingkungan (infeksi, makanan, toksin, stres)
  2. Perubahan gaya hidup pada orang yang secara genetik rentan.
  3. Kehamilan

2.5 Klasifikasi Hormon

a.       Hormon perkembangan: hormon yang memegang peranan di dalam  perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad.
b.      Hormon metabolisme : proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh bermacam-macam hormon, contoh glukokortikoid, glukagon, dan katekolamin.
c.       Hormon tropik : dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH).
d.      Hormonpengatur metabolisme air dan mineral : kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.

2.6 Hormon Utama

Hormon
Yang menghasilkan
Fungsi
Aldosteron
Kelenjar adrenal
Membantu keseimbangan garam & air dengan cara
menahan garam & air serta membuang kalium

Antidiuretik(vasopresin)
Kelenjar Hipofisa
Menyebabkan ginjal menahan air Bersama dengan aldosteron,  membantu mengendalikan tekanan
Darah

Kartikosteroid
Kelenjar adrenal
memiliki efek yang
luas
diseluruh tubuh

Anti peradangan
Mempertahankan kadar gula
darah,tekanan darah & kekuatan otot
3.
Membantu mengendalikan tekanan
darah

Kartikotropin
Kelenjar Hipofisa
Mengendalikan pembentukan &
pelepasan hormon oleh korteks
adrenal

Eritropoietin

Ginjal
Merangsang pembentukan sel darah merah

Estrogen
Indung telur
Mengendalikan perkembangan ciri seksual & sistem reproduksi wanita

Glukagon
Pankreas
Meningkatkan adar gula darah
Hormon pertumbuhan
Kelnjar hipofisa
Mengendalikan pertumbuhan & perkembangan
Meningkatkan pembentukan protein

Insulin
Pankreas
Menurunkan kadar gula darah
Mempengaruhi metabolisme
glukosa,protein & lemak di seluruh tubuh

LH (Luteinizing Hormone)

FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Kelenjar hipofisa
Mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan sperma & smentum,pematangan sel telur,siklus menstruasi)
Mengendalikan ciri seksual pria & wanita (penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur & ketebalan kulit, suara & bahkan mungkin sifat kepribadian

Oksitosin
Kelenjar hipofisa
Menyebabkan kontraksi otot rahim
& saluran susu di payudara

Hormon Paratiroid
Kelenjar paratiroid
Mengendalikan pembentukan
tulang
Mengendalikan pelepasan kalsium & fosfat progesteron indung telur
Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel telur yang telah dibuahi
Mempersiapkan kelenjar susu
untuk menghasilkan susu

Polaktin
Kelenjar Hiposa
Memulai & mempertahankan
pembentukan susu di kelenjar susu

Renin & angiotensin
Ginjal
Mengenalikan tekanan darah
Hormon Tiroid
Kelenjar Tiroid
Mengatur pertumbuhan, pematangan & kecepatan metabolisme

TSH (Tyroid-Stimulating Hormone)

Kelenjar Hipofisa
Merangsang pembentukan &
pelepasan kelenjar tiroid


Aktivasi Sel-Sel Target :
Manakala hormon mencapai sel target, hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi
dengan satu atau dua metoda : Pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan, kedua
yaitu mengaktifkan gen-gen di dalam sel. Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP), yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran
sel. Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akanmengalami sedikit perubahan. Misalnya, ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar, kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. Jika hormon mengaktifkan sel dengan
berinteraksi dengan gen, gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya
protein (misalnya enzim, steroid). Substansi inimempengaruhi reaksi dan proses selular.

2.7 Patofisiologi Hormon

Hormon berperan mengatur dan mengontrol fungsi organ. Pelepasannya bergantung pada perangsangan atau penghambatan melalui faktor yang spesifik. Hormon dapat bekerja di dalam sel yang menghasilkan hormone itu sendiri (autokrin), mempengaruhi sel sekirtar (parakrin), atau mencapai sel target di organ lain melalui darah (endokrin). Di sel target, hormon berikatan dengan reseptor dan memperlihatkan pengaruhnya melalui berbagai mekanisme transduksi sinyal selular.Hal ini biasanya melalui penurunan faktor perangsangan dan pengaruhnya menyebabkan berkurangnya pelepasan hormon tertentu, berarti terdapat siklus pengaturan dengan umpan balik negatif. Pada beberapa kasus, terdapat umpan balik positif (jangka yang terbatas), berarti hormon menyebabkan peningkatan aktifitas perangsangan sehingga meningkatkan pelepasannya. Istilah pengontrolan digunakan bila pelepasan hormon dipengaruhi secara bebas dari efek hormonalnya. Beberapa rangsangan pengontrolan dan pengaturan yang bebas dapat bekerja pada kelenjar penghasil hormon. Berkurangnya pengaruh hormon dapat disebabkan oleh gangguan sintesis dan penyimpanan hormon. Penyebab lain adalah gangguan transport di dalam sel yang mensintesis atau gangguan pelepasan. Defisiensi hormon dapat juga terjadi jika kelenjar hormon tidak cukup dirangsang untuk memenuhi kebutuhan tubuh, atau jika sel penghasil hormon tidak cukup sensitive dalam bereaksi terhadap rangsangan, atau jika sel panghasil hormon jumlahnya tidak cukup (hipoplasia, aplasia).
Berbagai penyebab yang mungkin adalah penginaktifan hormon yang terlalu cepat atau kecepatan pemecahannya meningkat. Pada hormon yang berikatan dengan protein plasma, lama kerja hormon bergantung pada perbandingan hormon yang berikatan. Dalam bentuk terikat, hormon tidak dapat menunjukkan efeknya, pada sisi lain, hormon akan keluar dengan dipecah atau dieksresi melalui ginjal.
Beberapa hormon mula-mula harus diubah menjadi bentuk efektif di tempat kerjanya. Namun, jika pengubahan ini tidak mungkin dilakukan, misalnya defek enzim, hormon tidak akan berpengaruh. Kerja hormon dapat juga tidak terjadi karena target organ tidak berespons (misal, akibat kerusakan pada reseptor hormone atau kegagalan transmisi intra sel) atau ketidakmampuan fungsional dari sel atau organ target .
Penyebab meningkatnya pengaruh hormon meliputi, yang pertama peningkatan pelepasan hormon. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh rangsangan tunggal yang berlebihan. Peningkatan sensitivitas, atau terlau banyak jumlah sel penghasil hormon (hyperplasia, adenoma). Kelebihan hormon dapat juga disebabkan oleh pembentukan hormon pada sel tumor yang tidak berdiferensiasi diluar kelenjar hormonnya (pembentukan hormon ektopoik).
Peningkatan kerja hormon juga diduga terjadi jika hormone dipecah atau diinaktifkan terlalu lambat, missal pada gangguan inaktivasi organ (ginjal atau hati). Pemecahan dapat diperlambat dengan meningkatnya hormon ke protein plasma, tetapi bagian yang terikat dengan protein.







BAB 3
PENUTUP

3.1            Kesimpulan

Sistem endokrin adalah sistem kelenjar dan struktur lain yang mengeluarkan sekret internal ( hormon) yang dilepaskan secara langsung ke dalam sistem sirkulasi, mempengaruhi metabolisme dan proses tubuh lainnya.
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu.Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan hemoestatis, membantu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan, pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol perkembangan seksual dan reproduksi.
Ada berbagai jenis gangguan sistem endokrin seperti Dwarfisme, Gigantisme (acromegaly) , Penyakit Cushing (Sindrom Cushing), Goiter (gondok), Diabetes Insipidus, .   Tumor tiroid, dan lain-lain.



3.2            Saran

Pada sistem endokrin ditemukan berbagai macam gangguan dan kelainan, baik karena bawaan maupun karena faktor luar, seperti virus atau kesalahan mengkonsumsi makanan. Untuk itu jagalah kesehatan anda agar selalu dapat beraktivitas dengan baik.




DAFTAR PUSTAKA


Anonim. Pengertian dan Fungsi Hipotalamus. http://macamx.com/ : 26 Maret 15
Anonim. 2014. Kelenjar Pineal. http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar_pineal : 26 Maret 15
Anonim. 2015. Pituatari Gland. http://en.wikipedia.org/wiki/Pituitary_gland : 26 Maret 15
Anonim.2010. Kelenjar Kelamin  http://humanhormone.blogspot.com/p/kelenjar-kelamin.html : 26 Maret 2015
Anonim.2014. Patologi Sistem Endokrin. https://kabelankunia.wordpress.com/2014/02/15/patologi-sistem-endokrin/ : 26 Maret 15
Anonim.2010. Kelenjar Pankreas. http://biodewi.webs.com/kelenjarpankreas.htm : 26 Maret 15
Anonim. 2010. Kelenjar Hipofisis. http://humanhormone.blogspot.com/p/kelenjar-hipofisis.html : 26 Maret 15
Anonim. 2015. Pituitari Gland. http://en.wikipedia.org/wiki/Pituitary_gland : 26 Maret 15
Arifin, Herlyana Putri. 2013. Makalah Anatomi Fisiologi Manusia “Sistem Endokrin”. https://mulyanipharmaco.files.wordpress.com/2013/04/makalah-sistem-endokrin.pdf : 26 Maret 15
Baskoro Bintang . 2013. Kelenjar Adrenelar. http://binbask.blogspot.com/2013/04/makalah-kelenjar-adrenal.html : 26 Maret 15
Kemp, Stephen .2015. Anatomi sistem Endokrin. http://www.emedicinehealth.com/anatomy_of_the_endocrine_system/page2_em.htm#hypothalamus : 26 Maret 15
Sargis , Robert M.  2015. An Overview of the Testes. http://www.endocrineweb.com/endocrinology/overview-testes : 26 Maret 15

Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan.Jakarta : EGC

Kamus Saku Kedokteran Dorland. 1998. Jakarta : EGC





One Response to “MAKALAH SISTEM ENDOKRIN”

  1. Unknown says:
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Your Reply